Advertisment Image

Muswil Muhammadiyah: Riuh Kontestasi Elit

Oleh:
Elfahmi Lubis
Dosen Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Menyambut perhelatan Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-10 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bengkulu, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, saya mengajak seluruh warga Muhammadiyah di mana pun berada menjadikan momentum Muswil ini sebagai sarana evaluasi, dan yang paling utama adalah bagaimana menelurkan keputusan-keputusan penting yang genuine untuk kemaslahatan umat wabil khusus warga Muhammadiyah.

Persoalan pembinaan kader dan bagaimana menghadirkan Muhammadiyah secara nyata dalam denyut kehidupan masyarakat di tengah persoalan keumatan seperti kemiskinan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan marginalisasi sosial, merupakan agenda mendesak. Selain itu momentum Muswil harus dijadikan sarana bagi warga Muhammadiyah untuk menyusun proposal dalam bentuk agenda-agenda strategis kedepan, baik dalam konteks keumatan maupun kebangsaan. Muhammadiyah tidak boleh menjadi penonton dalam setiap laga kebangsaan yang sangat berpengaruh pada kepentingan rakyat, baik dalam tingkat lokal maupun Nasional. Namun sebaliknya Muhammadiyah harus mengambil peran strategis dalam rangka memastikan bahwa kepentingan rakyat terlindungi dalam berbagai kebijakan pemerintah dan negara. Agenda besar lain adalah bagaimana membumikan kerja-kerja Muhammadiyah dalam relung terdalam hati umat.

Muhammadiyah tidak boleh tercerabut dari akar masyarakat, untuk itu manfaat kehadiran Muhammadiyah tidak boleh hanya dirasakan oleh elitnya saja tapi harus juga dirasakan oleh seluruh warga Muhammadiyah. Berbagai keresahan dan kegelisahan warga muhammadiyah di level grass root (akar rumput) seperti di ranting dan cabang tentang keringnya kehadiran serta kerja persyarikatan harus dijawab dalam arena Muswil ini, dengan menelurkan keputusan penting tentang program penguatan kader dan warga Muhammadiyah di level bawah.

Lanjut hal …2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *