Advertisment Image

Bentuk Herd Immunity, Walikota Minta Vaksinasi Digencarkan

Reporter : Fery Agustian

Editor : Dedi HP

www.tras.id – Sebagai upaya membentuk herd immunity dan mencapai target vaksinasi, Walikota Bengkulu, Helmi Hasan meminta Dinkes menggencarkan vaksinasi di setiap Faskes. Bahkan Helmi juga turun langsung melakukan sosialisasi pada masyarakat dan pada siswa di sekolah.

“Kita ingin di kota ini 100 persen warga sudah divaksin. Karena ini penting dan bagi pemerintah, bagi pak presiden, pak gubernur dan kita semua hal ini sangatlah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat. Ini menjadi utama, apalagi anak-anak ini calon pemimpin bangsa ke depan, jadi mereka tak boleh sakit, dan harus tetap belajar untuk menggapai cita-citanya,” jelas Helmi.

Kata Helmi, masyarakat harusnya bersyukur karena saat ini vaksin masih gratis, sebab itu niat baik pemerintah ini harus didukung dan disukseskan.

Helmi juga menegaskan, sebelum berbayar, ia ingin seluruh masyarakat sudah di vaksin.

“Bersyukur bapak presiden murah hati memberi vaksin gratis kepada 260 juta kurang lebih penduduk indonesia, miliar anggaran telah dibayarkan untuk ini. Tapi, mungkin di awal 2022 ini berbayar, jadi ini akan merugikan kita karena kalau mau vaksin sekali sekitar 400 ribu, dua kali 800 ribu. Dan juga kalau di Jakarta sana masuk mall saja harus sudah vaksin, sekalipun itu Walikota,” ungkapnya.

Helmi mencontohkan bahwa berita meninggal karena vaksin tak sepenuhnya benar. Menurutnya, meninggal itu bisa dimana saja, kapan aja dan sedang apa saja.

“Meninggal itu bisa kapan saja, dimana saja dan sedang apa saja bisa terjadi. Jangan disalahkan dia sedang apa atau lagi apa, semua itu sampai karena sudah ditakdirkan begitu dan rezekinya sudah habis. Contohnya seperti imam di masjid Baitul Izzah, ia meninggal karena khotbah, apa ia kita harus takut untuk khotbah? Nah begitu juga dengan vaksin, jangan sampai hal itu membuat kita takut,” tambahnya

Agar semua berjalan tanpa kendala, Helmi ingin orangtua/wali murid dilibatkan agar semua siswa/i yang hendak divaksin mengantongi izin dan tidak ada kesalahpahaman ke depannya.

Sementara itu, Kepsek SMAN 1 Kota Bengkulu Apandi mengatakan, memang ada beberapa faktor yang menghambat vaksinasi di sekolahnya.

“Kegiatan vaksinasi terus kita gencarkan, sama halnya seperti sekolah lain. Kita ada beberapa faktor yang mempengaruhui rendahnya vaksinasi, seperti masih adanya renovasi sekolah, kehadiran siswa hanya 50 persen dan hal lainnya. Tapi ini akan kita gencarkan, insya allah dalam waktu dekat semua sudah di vaksin,” jelas Apandi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *