Advertisment Image

Digitalisasi Media Dakwah, Ketua PWI: Perhatikan Rambu ITE

Reporter: Dedi HP
Foto: Dedi HP
www.tras.id – Disrupsi informasi dan kemajuan teknologi membawa perubahan signifikan terhadap culture dan pola komunikasi dakwah. Komunikasi yang sebelumnya dilakukan secara face to face dan terbatas ruang dan waktu, dengan kemajuan teknologi komunikasi dakwah dapat dilakukan dalam ruang digital yang mampu meretas ruang, jarak dan waktu. Untuk itu, para pendakwah dan penyuluh agama yang memiliki peran strategis dalam membimbing masyarakat dan membentuk opini publik segera beradaptasi dan memanfaatkan ruang-ruang digital dalam aktivitasnya.
“Saat ini dunia sudah berubah, aktivitas kita banyak pada ruang digital, terlebih generasi milenial. Hasil survei menunjukkan Indonesia merupakan negara urutan kelima sebagai pengakses internet terbanyak. Ini menjadi peluang bagi kita semua memasukkan materi-materi dakwah dalam ruang digital melalui platform Medsos yang ada atau melalui website,” papar ketua PWI Provinsi Bengkulu, Marsal Abadi saat menjadi narasumber Literasi Media Digital dalam Dakwah yang digelar Kanwil Kemenag Bengkulu, Jum’at (24/06/2022).
Marsal menambahkan dalam memproduksi konten, para penceramah hendaknya mempedomani rambu-rambu yang ada dalam UU Keterbukaan Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sehingga konten yang disebarluaskan mendatangkan pengetahuan baru dan kesejukan di tengah masyarakat.
“Perhatikan rambu-rambu ITE dalam memproduksi konten, jangan sekali-kali mengunggah dan menyebarkan hoax, konten bernada Sara, pornografi dan ujaran kebencian,” imbuh Marsal di hadapan peserta pelatihan yang mewakili setiap kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Dalam berselancar di dunia digital, ia juga meminta para peserta terus meningkatkan skill dalam memproduksi konten kekinian, termasuk juga memperhatikan keamanan, etik dan budaya. “Banyak platform Medsos yang bisa dimanfaatkan sebagai media dakwah. Sebelum diunggah dan dibagikan maka kita harus berpedoman pada digital safety, digital ethick dan digital culture, mudah-mudahan karya bapak ibu sebagai pendakwah tepat sasaran,” ulasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *