Advertisment Image

Tomas Bengkulu dan Pemuda Sesalkan Pernyataan Politisi PAN

Reporter: Fery Agustian
Editor: Dedi HP
www.tras.id – Sejumlah tokoh masyarakat (Tomas) dan tokoh pemuda Bengkulu menyesalkan pernyataan politisi PAN, Dempo Xler saat silaturahmi Ketua DPW PAN Bengkulu, Helmi Hasan ke DPP Partai Demokrat. Pernyataan Dempo yang menyebut koalisi PAN-Demokrat seperti membangun kapal Nabi Nuh yang akan menyelamatkan Bengkulu dari kehancuran dinilai tendensius dan tak beralasan. Bahkan secara gamblang Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari menyarankan Dempo mengamalkan Hadist Bukhori-Muslim bahwa sebaiknya berkata baik atau lebih baik diam.
Seperti disampaikan tokoh masyarakat Kepahiang yang juga mantan Bupati Kepahiang 2 periode, Bando Amin C Kader. Dia menilai apa yang disampaikan politisi PAN itu sama sekali tak memiliki dasar dan fakta. Namun demikian, Bando mengatakan pernyataan seperti itu biasa saat tahun politik dengan modus menjatuhkan  pihak lain untuk mendongkrak popularitas.
Hal yang sama juga disampaikan Wabup Rejang Lebong, Iqbal Bastari. Menurutnya statement tersebut sangat miris bila menyebut Bengkulu dalam bahaya, bahkan dirinya tak paham dengan pernyataan Dempo menyebut koalisi PAN-Demokrat menyelamatkan  Bengkulu dari kehancuran. Iqbal justru menyebut saat ini Bengkulu dalam keadaan baik dan terus membangun.
“Dari sisi mana Bung Dempo mengatakan Bengkulu dalam keadaan bahaya,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan tokoh masyarakat Seluma yang juga Penasehat Ikatan Penerus Pejuang Provinsi Bengkulu, Hermen Kamarsyah. Menurutnya pernyataan yang dilontarkan Dempo sangatlah tendensius. Dikatakannya tak seorang pun berniat menghancurkan Bengkulu. Bahkan dirinya mengajak politisi Bengkulu saling mendukung untuk kemajuan Bengkulu, bukan menyerang personal apalagi membuat pernyataan yang kontroversi dan tendensius.
“Mari bersama-sama membangun Bengkulu, jadi tinggalkanlah ujaran yang begitu tendensius.” jelas Harmen.
Sementara itu tokoh pemuda yang juga aktivis HMI, Atma Yudha menilai apa yang disampaikan Dempo sangat tidak elok. Bahkan jika ditafsirkan seolah-olah bila tak dipimpin Helmi Hasan maka Bengkulu akan hancur. Masih menurut Atma Yudha yang juga wakil ketua partai Golkar Kota Bengkulu statement seperti itu lumrah terjadi saat menjelang Pilkada dengan maksud menjatuhkan lawan. Bahkan dia menyarankan Dempo fokus pada hal subtansi yang memiliki nilai edukatif bagi masyarakat.
“Mari bicara hal-hal subtansi, bermanfaat dan produktif bagi masyarakat,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *