Reporter/foto: Nandar Eka N
www.tras.id – Rumah Satria Utama (31), Kades Padang Serunaian yang menjadi TKP meledaknya bom pada Sabtu (11/01/2020) saat ini dijaga ketat polisi.
Selain polisi, nampak keluarga korban juga berkumpul sejak malam. Garis polisi masih terpasang di lokasi.
Korban, Halidin yang sempat dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara akibat terkena ledakan  bom tersebut saat ini dikabarkan kondisinya mulai membaik.
“Sudah normal (Halidin), tapi belum tahu kapan pulangnya dari rumah sakit. Dari semalam kami kumpul disini,” kata Erwin, keluarga korban.
Diceritakan masyarakat setempat, kejadian teror bom sempat membuat cemas masyarakat setempat, pasalnya ini baru pertama kali terjadi.
“Kita cemas, selama ini kita tahu soal bom hanya dari TV, lha ini terjadi di desa kami,” kata Erwin.
Ditambahkannya, sebelumnya keluarga Halidin merasa tidak ada selisih paham terhadap warga sekitar maupun diluar desa. Hanya saja, pasca pemilihan kepala desa lalu, ada gesekan dari pihak lawan politiknya. Diketahui, ada salah satu perangkat desa yang merusak fasilitas desa, sehingga dilaporkan Halidin ke Polsek Semidang Alas.
“Ada gesekan setelah Pilkades, namun,¬† bukan ribut tapi ada Linmas yang merusak lapangan bola voli sehingga dilaporkan ke Polsek Semidang Alas. Namun, masalah tersebut susah selesai dan dimediasi,” jelas Erwin kepada jurnalis www.tras.id
Sementara itu, terkait hasil olah TKP dan proses penyelidikan oleh polisi, saat ini telah diperiksa sebanyak 6 orang saksi. Salah satu saksinya adalah Ismail Fahmi yang merupakan mantan kades Padang Serunaian dan mantan calon kades di desa tersebut pada pilkades 2019 lalu yang kalah oleh Satria Utama. Infonya, Ismail Fahmi juga diamankan oleh polisi.
Usai ledakan petugas dari Gegana Brimob dan Polres Seluma memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman juga turun langsung ke lokasi bom meledak untuk melihat langsung situasinya.
Kapolda juga mengatakan bom tersebut merupakan bom rakitan yang berdaya ledak rendah alias low explosive. Hal itu dilihat dari daya ledakan yang tidak berdampak pada sekitar lokasi ledakan.
“Kalau saya lihat di TKP ini memang ada ledakan, ledakan low explosive. Mengapa saya sebut begitu? pertama dari korban, korban memang satu orang, dari segi fisik hanya kaki terkena serpihan, dan sudah kita bawa ke RS Bhayangkara,” kata Kapolda Supratman.
Dijelaskannya lagi, bom berdaya ledak rendah juga terlihat dari barang barang disekitar bom diletakkan yang tidak rusak meski telah terjadi ledakan.
“Tidak ada barang barang yang rusak, dari barang barang sekitar seperti pot bunga tidak rusak. Sekarang tim labfor sedang melakukan pemeriksaan TKP,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Sudarno menegaskan, bom tersebut bukan ulah teroris. Namun diduga merupakan konflik individu.
“Ledakan ini bukan ulah dan jaringan teroris ya, kalau ulah teroris tidak begitu, ini lebih pada persoalan individu,” kata Kombes Pol Sudarno saat dikonfirmasi.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here