Advertisment Image

DPRD Benteng Jaring Aspirasi Masyarakat

Reporter : Ersan Rahmatullah
Editor : Dedi HP
www.tras.id – Anggota DPRD Benteng mulai Senin (08/02/2021) hingga Kamis (11/02/2021) terjun ke masyarakat melakukan jaring aspirasi untuk merumuskan prioritas pembangunan di setiap daerah pemilihan. Serap aspirasi tersebut tidak dilakukan pada pemerintah desa saja, namun juga menyentuh aspirasi kelompok-kelompok masyarakat.
“Mulai hari ini seluruh anggota DPRD melakukan reses, ini agenda rutin DPRD dalam rangka mendengarkan, menyerap aspirasi warga. Hasil reses ini akan kami bawa dalam sidang bersama eksekutif yang nantinya akan disusun dan dibahas bersama sehingga muncul prioritas-prioritas pembangunan di setiap daerah pemilihan,” ungkap ketua DPRD Budi Suryatono.

Prosesi tanya jawab ketua DPRD Benteng dan masyarakat

Dia menambahkan reses penting dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sebagaimana konsep pembangunan dewasa ini bahwa usulan pembangunan harus dimulai dari apa yang paling dibutuhkan masyarakat.
“Konsep otonomi daerah terkait pembangunan adalah bottom-up tak lagi top-down, untuk itu reses ini adalah bagian dari bottom-up dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan, jadi apa yang prioritas di masyarakat itulah yang akan diperjuangkan dalam pembahasan RAPBD,” jelasnya.

Ketua DPRD Benteng mencatat semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat di Kecamatan Pematang Tiga

Politisi Nasdem ini juga menjelaskan reses juga dapat menjadi wadah dialog warga dengan para wakilnya dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang selama ini tak muncul ke permuakaan. Saat reses, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesah, masalah yang dihadapi dan persoalan lainnya.

foto bersama ketua DPRD Benteng dengan masyarakat Pematang Tiga

“Kadang ada masyarakat yang memiliki persoalan namun tak ada akses untuk menyampaikan ke sekretariat. Nah dengan adanya reses ini masyarakat bisa mengungkapkan permasalahan yang mereka hadapi, seperti akses jalan yang tak bisa dibebaskan lahannya, atau persoalan-persoalan lainnya,” tutup Budi.(*/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *