Reporter: Feri
Editor: Dedi HP
www.tras.id – Kota Bengkulu yang wajib menerapkan PPKM level 4 mendapat perhatian serius manajemen Bencoolen Mall (Benmall) dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI). Sebagai upaya mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Bengkulu, Benmall-JMSI membagikan sedikitnya 2.500 pcs masker pada masyarakat.
CEO Benmall, Irwandi Putra menjelaskan pembagian masker gratis itu sebagai bentuk komitmen mereka hadir di tengah penanganan wabah Covid-19, khususnya untuk warga Kota Bengkulu.
“Benmall sudah memberikan vaksin gratis, dan pembagian masker. Wabah Covid ini adalah tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah, masyarakat dan sektor swasta juga memiliki tanggung jawab yang sama. Kerjasama merupakan kunci agar wabah ini cepat berlalu, termasuk tingkat kedisiplinan masyarakat,” kata Irwan.
Ia juga mendukung penuh langkah pemerintah dalam menekan tren kenaikan angka positif wabah covid-19 di Kota Bengkulu. Salah satunya dengan ikut menutup sementara operasional Benmall sampai dengan 2 Agustus mendatang. Kecuali tenant-tenant yang masuk dalam sektor esensial seperti Hypermart, Toko Obat Century, dan layanan telekomunikasi tetap buka. Ia juga berharap bantuan masker ini dapat mendorong upaya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Masker merupakan yang utama selain rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. “Disiplin bermasker adalah upaya dini untuk mencegah penularan virus, jangan lupa juga untuk tetap menjaga imun tubuh” kata dia.
Sementara itu Ketua JMSI Bengkulu, Riki Susanto menyampaikan masker tersebut akan dibagikan pada pihak yang rentan seperti pedagang di pusat-pusat keramaian, termasuk wartawan.
“Kepercayaan ini bukan kali pertama, banyak pihak yang mempercayakan ke JMSI untuk menyalurkan bantuan perlengkapan prokes melalui JMSI. Amanah ini akan kami jaga, bagi teman-teman wartawan yang butuh masker dapat menghubungi kami langsung. Nanti tim kami juga akan membagikan masker ini ke masyarakat yang benar-benar butuh” kata Riki
Selanjutnya kata Riki, kalangan pers terutama wartawan yang aktif di lapangan sangat membutuhkan perlengkapan prokes, posisi wartawan merupakan pihak yang sangat rentan untuk ikut terpapar. Data dari berbagai lembaga menyebutkan, ribuan wartawan ikut terpapar bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia.
“Pekerjaan ini sangat beresiko, Dewan Pers sendiri telah menerapkan protokol kesehatan liputan di tengah wabah termasuk asosiasi wartawan seperti PWI, AJI, IJTI demikian pula perusahaan media juga telah membuat protokol liputan yang ketat. Insyallah upaya-upaya itu bisa meminimalisir agar teman-teman wartawan tidak ikut terpapar” kata Riki Susanto. (JMSI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here