Suasana kegiatan seremoni peresmian pengoperasian SUTT 150 kV Manna – Bintuhan dan Gardu Induk 150 kV Bintuhan yang dihadiri oleh Pemerintah Daerah dan jajaran PLN di Kabupaten Kaur.
Editor: Dedi HP
tras.id,- PT PLN (Persero) melalui PLN UIP Sumbagsel menggelar seremoni pengoperasian Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Manna – Bintuhan dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bintuhan yang berlangsung di Gardu Induk Bintuhan pada Senin (9/2). Infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pasokan listrik yang lebih andal bagi masyarakat Kabupaten Kaur dan wilayah sekitarnya.
Seremoni tersebut dihadiri oleh Bupati Kaur, Gusril Pausi, Wakil Bupati Kaur, Abdul Hamid dan jajaran Pemerintah Daerah, serta Manager PLN UPP Sumbagsel 2, Adi Saputro dan Manager PLN Pusmanpro UPMK III Ibu Amaliyah Noor Indahwati .
Infrastruktur ini mulai beroperasi sejak 15 Desember 2025, ditandai dengan pemberian tegangan perdana (energize). Sejak beroperasi, infrastruktur ini berperan penting dalam memperkuat sistem penyaluran listrik dan meningkatkan keandalan pasokan listrik.
SUTT 150 kV Manna – Bintuhan merupakan jaringan transmisi yang membentang sepanjang 122,3 kilometer sirkit dengan total 203 tower transmisi, menghubungkan Gardu Induk 150 kV Manna di Kabupaten Bengkulu Selatan dengan Gardu Induk 150 kV Bintuhan di Kabupaten Kaur.
Sementara itu, Gardu Induk 150 kV Bintuhan dibangun dengan kapasitas daya sebesar 60 Mega Volt Ampere (MVA) yang berfungsi sebagai titik penguatan sistem untuk menyalurkan dan menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah Kaur dan sekitarnya.
Pengoperasian SUTT 150 kV Manna – Bintuhan dan GI 150 kV Bintuhan merupakan bagian dari upaya PLN dalam memperkuat jaringan transmisi dan gardu induk guna memastikan pasokan listrik yang lebih stabil, aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Kaur, Gusril Pausi menyampaikan bahwa kehadiran gardu induk dan jaringan transmisi ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah.
“Pengoperasian Gardu Induk dan SUTT ini adalah langkah strategis bagi Kabupaten Kaur. Keandalan listrik menjadi kunci dalam mendorong aktivitas ekonomi, investasi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gusril.
Gusril menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kaur berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui koordinasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, demi memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Manager PLN UPP Sumbagsel 2, Adi Saputro, menjelaskan bahwa keberadaan SUTT 150 kV Manna – Bintuhan dan GI 150 kV Bintuhan membuat pengelolaan aliran daya yang lebih optimal dan responsif terhadap kebutuhan beban di wilayah Bengkulu, khususnya Kabupaten Kaur.
“Dengan sistem yang semakin kuat, pasokan listrik menjadi lebih andal dan potensi gangguan dapat ditekan. Ini merupakan komitmen PLN untuk menjaga pasokan listrik tetap tersedia dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Adi.
Pada kegiatan ini juga melakukan peninjauan langsung ke area Gardu Induk Bintuhan. PLN memberikan paparan teknis mengenai kondisi dan skema sistem kelistrikan Bengkulu, termasuk peran strategis GI Bintuhan dalam menjaga stabilitas dan keandalan penyaluran daya.
Secara terpisah, General Manager PLN UIP Sumbagsel, Zaky Adikta, menegaskan bahwa pengoperasian infrastruktur ini merupakan hasil dari proses panjang yang mengedepankan perencanaan matang, penerapan standar keselamatan kerja, serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak.
“Setiap infrastruktur yang dibangun PLN tidak hanya ditujukan untuk menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. SUTT dan Gardu Induk ini menjadi bagian dari upaya PLN menghadirkan sistem kelistrikan yang tangguh dan berkelanjutan,” ungkap Zaky.

Menurut Zaky, keberhasilan pengoperasian ini juga tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah, pemangku kepentingan, serta masyarakat yang selama ini turut menjaga kondusivitas proses pembangunan.
“Kolaborasi adalah kunci. Dengan sinergi yang baik, PLN dapat menghadirkan listrik yang tidak hanya andal secara teknis, tetapi juga memberi nilai tambah sosial dan ekonomi bagi daerah,” kata Zaky.(*)
