Reporter: Nandar Eka N
Editor: Dedi HP
www.tras.id – BPH Migas menyatakan kouta gas bersubsidi ukuran 3 kg atau gas melon di Bengkulu sudah melebihi kouta, untuk itu masyarakat yang secara ekonomi sudah mampu diharapkan bijak dengan tak lagi menggunakan gas bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat miskin.
“Dari penghitungan yang dilakukan BPH Migas jumlah gas bersubsidi melebihi kuota yang ada. Nah kami berharap kita bijak dalam menyikapi ini, artinya bagi masyarakat yang sudah mampu agar memberikan kesempatan pada yang kurang mampu mendapatkan gas bersubsidi ini,” ungkap Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, Yuliswani.
Dia juga menjelaskan pihaknya bersama stakeholder yang ada akan gencar melakukan sosialisasi dan pengawasan pada masyarakat dan pangkalan gas agar penyaluran gas melon tepat sasaran.
“Kesadaran kita adalah kuncinya, jangan sampai ada panic buying yang kemudian menyebabkan gas ini menjadi langka. Sebenarnya pasokan dari Pertamina selalu masuk dan sesuai kouta, nah kami akan mengawasinya supaya tidak langka,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat Bengkulu mengalami kesulitan mendapatkan gas melon. Kondisi ini menjadikan gas melon melonjak hingga Rp 30 ribu per tabung. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here