Reporter/foto: Feri Agustian
Editor: Dedi HP
www.tras.id – Sebagai upaya meningkatkan pengawasan partisipatif, Bawaslu Provinsi Bengkulu menggelar pelatihan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang dilaksanakan 23 hingga 26 Oktober 2020.
Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu, Ediansyah Hasan menjelaskan beberapa hal terkait fungsi pengawas partisipatif sebagai bagian dari tonggak Demokrasi di Indonesia.
“Sekolah Kader Pengawas Partisipatif ini merupakan bentuk langsung pengawasan penegakan Demokrasi. Peserta yang hadir di sini merupakan orang-orang terpilih yang mempunyai tugas dan tanggungjawab menyampaikan ilmu kepemiluan pada masyarakat sekitar,” ungkap Ediansyah.
Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa itu pun menyatakan salah salah satu cara agar dapat merubah demokrasi menjadi lebih baik adalah dengan turut berkecimpung langsung ke dalam sistem. SKPP yang sudah dilaksanakan dari jauh hari sebagai pengawas yang turut andil membentuk demokrasi yang benar-benar patuh pada asas pemilu, Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luberjurdil).
“Sebagai pengawas Pemilu, para peserta diharapkan menjadi kader bagi masyarakat khususny dilingkungan sekitar tempat tinggal dapat melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang terjadi. Mengingat hanya 3 elemen saja yang dapat menjadi pelapor ketika ada pelanggaran pemilu yakni warga negara yang memiliki hak pilih, pemantau pemilu dan peserta pemilu,” ungkapnya.
Ediansyah juga menegaskan jangan ada rasa pesimisme dalam pelaksanaan pemilihan serentak 2020. Demokrasi harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan jauh dari kesan hura-hura melainkan dilaksanakan dengan riang gembira meski kini banyak tantangan yang lebih berat dikarenakan Pandemi Covid-19.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here