Advertisment Image

Lansia Rentan jadi Korban Diskriminasi Ganda

Kadis Sosial Benteng, Martini mengajak semua warga melindungi Lansia.(foto:dok/tras)
Reporter: Doni P
Editor: Dedi HP
BENTENG, tras.id – Kadis Sosial, Martini mengajak masyarakat melindungi Lansia, pasalnya Lansia rentan menjadi korban diskriminasi ganda.
“Lansia perempuan rentan mengalami diskriminasi ganda, baik sebagai perempuan maupun karena usia yang sudah lanjut. Lansia juga rentan mengalami kekerasan, karena secara fisik dianggap lemah,” kata Martini
Selain itu pemahaman masyarakat yang rendah tentang Lansia juga menjadi salah satu faktor terjadi diskriminasi terhadap para Lansia karena dianggap lemah dan menjadi beban keluarga dan negara. Padahal, dijelaskannya banyak para Lansia justru mandiri dan produktif, sebab itu stigma tentang Lansia menjadi beban harus dihapuskan.
Dia juga menjelaskan jumlah Lansia setiap tahun terus bertambah, pada 2025, diperkirakan jumlahnya akan mencapai 10% penduduk Indonesia atau 36 juta jiwa. Selain itu jumlah perempuan lansia lebih banyak dibandingkan lansia laki-laki, yaitu 8.99% atau 11.41 juta jiwa, sedangkan lansia laki-laki hanya 10.2 juta jiwa.
“Indonesia masuk 5 besar negara dengan jumlah Lansia terbanyak di dunia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *