Advertisment Image

Koperasi Perkuat Basis Petani Kopi

Reporter: Agustian
Editor: Dedi HP
KEPAHIANG, tras.id – Keberadaan petani kopi di Kepahiang sering menghadapi kondisi sulit. Hasil panen yang sedikit akibat faktor alam lantaran cuaca ekstrim atau sulitnya mendapatkan pupuk masih menjadi momok bagi petani kopi. Untuk itu, Disdagkop dan UMKM menginisiasi koperasi bagi petani kopi.
Kepala Disdagkop dan UMKM, Jan Johanes Dalos menjelaskan dengan berkoperasi maka bisa memperkuat basis para petani, kesulitan-kesulitan petani, khususnya mengenai kesulitan mendapatkan pupuk atau harga jual yang rendah bisa diatasi bersama dengan hadirnya koperasi.
“Koperasi nelayan pada dasarnya adalah memberdayakan anggota sebagai subjek kemajuan. Lagipula dengan adanya koperasi maka basis petani akan kuat, selain itu mereka juga bisa melakukan kegiatan ekonomi dengan mudah,” jelasya.
Ia menambahkan saat terjadi kelangkaan pupuk, maka koperasi bisa mengajukan pupuk subsidi pada  melalui koperasi.
“Di sini fungsi Disdagkop dan UMKM adalah sebagai fasilitator, subject nya tetap para petani kopi kita,” ujarnya.
Dengan koperasi, maka petani juga tidak mesti menjual biji kopi. Namun bisa diolah menjadi produk turunan yang  memiliki nilai ekonomis lebih tinggi, seperti menjadi kopi bubuk dengan berbagai kemasan. Dengan demikian, maka petani bisa lebih sejahtera dengan aktivitas produksi yang dilakukan koperasi.
“Banyak manfaat dari berkoperasi. Sosialisasi dan edukasi tetap kami lakukan pada para petani sampai mereka siap berkoperasi,” ujarnya.(*/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *