Forkompinda meninjau dan mengevaluasi pelaksanaan vaksinasi di Rejang Lebong.

Editor: Dedi HP
Foto: Korem 041/Gamas
www.tras.id– Komandan Korem 041/Gamas, Kodam II/Sriwijaya Brigjen TNI Dr. Handoyo M.Tr (Han) menyebut evaluasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terus dilakukan oleh jajaran Forkopimda Bengkulu, untuk mendukung percepatan penanggulangan dan pencegahan penyebaran COVID-19, termasuk juga mencari solusi atas kendala yang dihadapi. Ini disampaikannya saat mendampingi Gubernur Rohidin Mersyah dan Kapolda Bengkulu Irjen Pol Guntur Setyanto, bersama unsur Forkopimda lainnya, meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Rejang Lebong, Kamis (28/10/2021).
“Kendala antara lain vaksinator yang tidak memadai, vaksin yang telat sampai ke satuan bawah dan kurang mendukungnya beberapa stakeholder yang terkait di daerah kabupaten,” jelasnya.
Menyiasati kendala tersebut, Abituren Akademi Militer 1992 ini menerangkan, pihaknya telah melaksanakan pelatihan kepada anggota Kodim agar mendapatkan spesifikasi vaksinator sesuai ketentuan.
“Sehingga seluruh daya dan upaya serta pendukung lainnya terintegrasi dalam satu kesatuan yang dapat memenuhi capaian target vaksinasi yang ditentukan. Saya yakin, apabila evaluasi dan seluruh kendala telah dapat diatasi, tidak ada alasan lagi dalam memenuhi capaian target vaksinasi,” tandasnya.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, sesuai dengan Pepres No. 14 tahun 2021 dan Surat Edaran Gubernur Bengkulu Nomor: 440/1500 /Dinsos/2021, mereka yang tidak melaksanakan vaksinasi akan dikenakan sanksi berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial, bantuan sosial, layanan administrasi kependudukan hingga denda.
“Ketika capaian vaksin tidak tercapai, maka daerah tersebut ditetapkan statusnya 1 tingkat lebih tinggi dari status sebenarnya. Sebagai contoh Provinsi Bengkulu yang capaian vaksinasi hanya 34,58 persen di mana target yang ditetapkan adalah sebesar 70 persen. Sehingga, peringkat dari capaian vaksinasi  provinsi Bengkulu adalah nomor 27 dari 34 provinsi di Indonesia,” paparnya.
“Dengan demikian, Saya meminta masukan kepada Forkopimda dalam menyiasati capaian target vaksinasi Provinsi Bengkulu, selain dari kegiatan serbuan vaksinasi yang telah kita laksanakan saat ini,” sambungnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Bengkulu Irjen Pol Guntur Setyanto selaku Wakastgas COVID-19 bersama Danrem 041/Gamas, terus menyiasati secara menyeluruh dengan memerintahkan kepada satuan bawah di Kabupaten/Kota (Polres dan Kodim) untuk tetap melaksanakan serbuan vaksinasi kepada masyarakat, sesuai dengan jumlah dosis yang diberikan.
“Termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pelaksanaan vaksinasi. Misal, Polda Bengkulu memiliki dosis sebanyak 17.500 vaksin per hari, sementara tenaga vaksinator hanya 56 orang. Kami bekerja sama dengan perguruan tinggi yang mempunyai spesifikasi vaksinator untuk mensiasati kekurangan tersebut,” terangnya.
Usai melakukan rapat, Forkopimda Provinsi dengan didampingi Forkopimda Kabupaten Rejang Lebong meninjau beberapa lokasi Gebyar Serbuan Vaksinasi, seperti di Gedung Olah Raga (GOR) Curup, Universitas Pat Petulai dan sejumlah Puskesmas.
Turut serta dalam kunjungan Forkopimda kali ini antara lain, Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Iksan Fajri, Kajati Bengkulu  Agnes Triani SH MH, Kabinda Bengkulu Pambudi Cahyo Widodo, Kaper. BPKP Prov. Bengkulu Iskandar Novianto, Ka. Kanwil DJPBN Prov. Bengkulu Syarwan, Kalaksa BPBD Prov. Bengkulu Eddyson, Kadis Kesehatan Prov. Bengkulu Herwan Antoni dan Kasat Pol PP Prov. Bengkulu Yurizal.(*/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here