Reporter: Ersan Rahmatullah
Editor: Herwan Saleh
www.tras.id – Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Dedy Wahyudi meminta OPD dan elemen masyarakat saling berkoordinasi dan bekerjasama mencegah eksploitasi anak di Kota Bengkulu, pasalnya dirinya mengendus adanya kegiatan eksploitasi anak-anak di persimpangan jalan lampu merah untuk mengemis.
“Nanti saya minta kepada DP3APPKB segera koordinasi dengan dinas sosial dan lembaga masyarakat untuk cek anak-anak terlantar, anak korban kekerasan, terutama yang banyak di simpang-simpang jalan karena kita khawatir ada indikasi eksploitasi anak, karena sepertinya ini sudah terorganisir,” kata Dedy.
Termasuk juga anak-anak yang tidak sekolah yang sering didapati sedang mabuk, menghisap lem, minum obat batuk cair buat mabuk, ngamen, dan lainnya. Sebab anak-anak usia sekolah itu mestinya tidak berada di jalanan. Apalagi yang usianya masih anak-anak. Dia juga minta semua pihak yang terlibat dalam masalah anak mengumpulkan informasi dan data valid terkait anak-anak yang ada di jalanan. Menurutnya bila mereka benar-benar terlantar, maka pemerintah hadir untuk mengangkat mereka. Jika terbukti mereka dieksploitasi atau disuruh bekerja mencari uang baik oleh orangtuanya sendiri maupun oleh orang lain yang bukan orang tuanya, maka Pemkot Bengkulu akan melaporkan ke pihak kepolisian.
“Kenapa kita harus lebih memperhatikan anak-anak, karena masa depan anak-anak adalah harapan dan impian kita semua sehingga harus kita bantu wujudkan sama sama. Anak-anak saat inilah yang nanti kita harapkan kreatif dan mampu menjawab tantangan global,” demikian Dedy.
Di akhir acara perayaan Hari Anak Nasional, Dedy menyerahkan piagam penghargaan kepada anak-anak LPKA dan siswa/i yang menang lomba, yayasan KIPAS dan lembaga anak lainnya serta memberikan ijazah paket B dan paket C kepada anak warga LPKA.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here