Reporter: Dedi Hardiansyah

www.tras.id – Masih maraknya kasus korupsi yang terjadi di tanah air, khususnya yang dilakukan oleh elit politik, penyelenggara hukum dan aparatur negara membuat prihatin kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Salatiga. Untuk itu perlu dilakukan aksi nyata dalam melakukan perlawanan terhadap korupsi, salah satunya yakni melalui workshop sekolah penggerak anti korupsi yang diselenggarakan bekerjasama dengan Pusat Studi Politik dan Keamanan (Puspolkam).
Kegiatan yang diselenggarakan di Pendopo Polres Salatiga itu (27/7) menghadirkan narasumber yang berkompeten dan berkomitmen tinggi dalam melawan korupsi seperti Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Yayasan Bina Darma (YBD), Institute for Action Against Corruption (IAAC), dan Kepolisian Resor (Polres) Salatiga.
Ketua Panitia, Ronaldo Sonda Tammu mengatakan bahwa kegiatan Sekolah Penggerak Anti Korupsi yang bertajuk Membentuk Kader Bangsa Anti Korupsi itu berangkat dari kepedulian besar mahasiswa terhadap masih maraknya perilaku korupsi di Indonesia. “Kami berharap dengan diadakannya workshop ini, kedepannya akan menghasilkan para mahasiswa yang siap menjadi fasilitator penggerak anti korupsi yang berdampak baik bagi masyarakat luas, terkhususnya di Salatiga,” ujar Ronaldo.
Sementara itu, Roberto Duma Buladja selaku Ketua GMKI Cabang Salatiga mengatakan bahwa perilaku koruptif sudah begitu mengakar dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Di Indonesia, sebagian besar koruptor adalah para elit politik kita, yang seolah-olah tidak merasa bersalah dan malu saat melakukan tindakan yang tidak terpuji itu. Tentunya, perilaku koruptif sangat menciderai integritas diri dan cita-cita luhur bangsa dan negara ini. “Kita harus merasa terpanggil dan bertanggung jawab penuh untuk membentuk barisan yang solid, bersinergis, dan berada di garda terdepan untuk melawan sikap dan perilaku koruptif yang semakin menggila. Integritas diri dan karakter anti korupsi perlu untuk terus dipupuk dan dibesarkan,” ujarnya.
Peserta dalam Workshop adalah  mahasiswa, yakni: Kelompok Cipayung plus Salatiga (HMI, GMNI, PMII, IMM, dan KAMMI), Lembaga Kemahasiswaan tingkat Fakultas dan Universitas (LKF/LKU) UKSW, perwakilan etnis dan unsur mahasiswa lainnya di kota Salatiga.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here