Editor: Herwan Saleh
tras.id,- Sebanyak 451 warga dan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Al Qodir, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, mengikuti kegiatan Pelayanan Medis Masyarakat gratis, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Djarum Foundation melalui program Djarum Sumbangsih Sosial, bekerja sama dengan Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku (YBSI). Agenda ini merupakan baksos ke-31 dalam rangkaian program Bakti Sosial Peduli Ponpes tahun 2026.
Apresiasi Tokoh Masyarakat
Pengasuh Ponpes Salafiyah Al Qodir, KH Masrur Ahmad MZ, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. “Terima kasih atas perhatian Djarum Foundation dan YBSI. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat sekitar dan para santri,” ujar tokoh yang akrab disapa Abah Masrur tersebut.
Senada dengan itu, Lurah Wukirsari, Handung Tri Rachma, mengimbau warga agar memanfaatkan momentum ini untuk melakukan deteksi dini kesehatan. “Mari kita manfaatkan layanan ini sebaik mungkin, baik bagi warga maupun pengurus pondok,” katanya.
Fokus pada Peningkatan Kesehatan Pesantren
Deputy Program Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, Ivana Lie, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan pesantren.
”Pelayanan medis ini adalah upaya kami memberikan akses kesehatan yang merata, tidak hanya untuk santri, tetapi juga pengurus dan masyarakat sekitar,” tutur Ivana. Ia juga memuji para santri yang turut membantu kelancaran teknis di lapangan.
Layanan Spesialis dan Temuan Medis
Ketua Umum YBSI, Hj. Virly Mavitasari, mewakili Founder YBSI, Dr. dr. Hisnindarsyah, menyatakan bahwa layanan kali ini mencakup pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi dengan mobile dental unit, hingga pemeriksaan spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan mayoritas warga menderita hipertensi dan osteoartritis. Sementara di kalangan santri, keluhan terbanyak adalah penyakit kulit, faringitis, serta ISPA.
”Selain pengobatan kuratif, kami juga memberikan edukasi preventif agar warga dan santri bisa melakukan pencegahan penyakit secara mandiri,” ungkap Virly.
Detail Peserta dan Tenaga Medis
Dalam kegiatan ini, tercatat 451 orang terlayani dengan rincian:
- Masyarakat Umum: 138 orang (112 di antaranya melalui pemeriksaan laboratorium).
- Santri: 195 orang.
- Pasien Gigi: 71 orang.
- Pasien Spesialis THT: 47 orang.
Tim medis yang dikerahkan berjumlah 35 orang, terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat, asisten apoteker, tim laboratorium, hingga relawan. Sejak dimulai pada 2014, program Djarum Sumbangsih Sosial telah menjangkau lebih dari 90.000 warga di Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui berbagai program kemanusiaan.(*)
